Saat sekarang ini sangat susah mendapatkan pekerjaan, karena jumlah lapangan kerja tidak seimbang dengan jumlah lulusan yang. Dengan banyaknya pencari kerja saat ini, dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menipu para job seeker ini. Kira-kira dua minggu yang lalu yang apply lowongan kerja di PT Freeport McMoran. Awalnya saya percaya saja, karena ditulis disana penempatan di Kota Bandung.
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 Juli 2017
Rabu, 21 Juni 2017
Pengalaman Naik Pesawat Murah Lion Air
Zaman sekarang dunia serasa makin sempit saja, kita kemana-mana bisa dalam hitungan jam, ke eropa bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 24 jam, hal ini tentunya sangat dipengaruhi oleh kemajuan transportasi dan mampu memudahkan manusia dalam memobilisasi diri dari suatu daerah ke daerah lain dalam waktu singkat.
Salah satu transportasi yang sangat digandrungi masyarakat dunia saat ini adalah pesawat terbang. Kita lihat saja di eropa, bagi yang menyukai sepakbola, maka pasti kenal dengan yang namanya fly emirates, etihad airways, turkey airline, dan banyak lagi perusahaan pesawat terbang yang menjadi sponsor utama klub sepakbola di eropa.
Salah satu transportasi yang sangat digandrungi masyarakat dunia saat ini adalah pesawat terbang. Kita lihat saja di eropa, bagi yang menyukai sepakbola, maka pasti kenal dengan yang namanya fly emirates, etihad airways, turkey airline, dan banyak lagi perusahaan pesawat terbang yang menjadi sponsor utama klub sepakbola di eropa.
Selasa, 20 Juni 2017
Orang Minang Bodohnya Cuma Seminggu
Pernah gak kamu dengar kalimat "orang Minang kalau merantau bodohnya cuma seminggu". Kalimat ini adalah sebuah analogi untuk orang Minang yang merantau, seminggu pertama di Rantau biasanya masih beradaptasi dengan lingkungan, bisa dikatakan masih bodoh dalam hal merantau, namun selepas seminggu merantau, maka dia tidak akan bodoh lagi. Sebelumya oranglain yang ngatur dia, nah kalau sudah lewat seminggu maka dia juga yang akan mengatur oranglain.
Senin, 19 Juni 2017
Mental Miskin Vs Mental Kaya
Dalam kamus besar bahasa Indonesia pengertian mental adalah hal bersangkutan dengan batin dan watak manusia, yang bukan bersifat badan atau tenaga. Mental ada dalam diri seseorang yang menciptakan karakter seseorang bermacam-macam.
Bagi seseorang memiliki mental buruk biasanya sangat mengganggu dalam kehidupan sehari-hari, membuat lingkungan juga merasa terganggu oleh orang-orang yang bermental buruk.
Bagi seseorang memiliki mental buruk biasanya sangat mengganggu dalam kehidupan sehari-hari, membuat lingkungan juga merasa terganggu oleh orang-orang yang bermental buruk.
Berbicara tentang mental, maka dalam masyarakat juga terdapat orang-orang yang bermental miskin dan bermental kaya.
Sabtu, 17 Juni 2017
Membunuh Karakter
Karakter adalah bagian terpenting bagi seseorang dalam hidup, banyak orang yang berusaha membangun karakternya dari mulai kecil, sekolah di sekolah unggulan, agar terbentuk karakter yang diinginkan. Beberapa hal yang membuat orang-orang berusaha membangun karakter karena karakter adalah gambaran dari orang tersebut.
Merantau dahulu dan kini bagi masyarakat Minang
Merantau dalam masyarakat Minangkabau kontemporer bukanlah merantau yang biasanya selama ini dilakukan oleh masyarakat Minang. Sejak zaman dahulu masyarakat Minang sangat dikenal dengan jiwa merantaunya, mulai dari masyarakat Minang kuno di luhak nan tigo, merantau ke daerah pesisir Sumatera Barat hingga ke negeri jiran Malaysia. Kebiasaan merantau ini membuat masyarakat Minangkabau ada di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Jumat, 16 Juni 2017
Berani Dekatin Si Ukhti?
Godain si ukhti adalah kesalahan terbesar para lelaki saat ini. Ukhti adalah panggilan untuk saudara perempuan dalam bahasa Arab, sedangkan di Indonesia diterjemahkan sebagai panggilan saudara perempuan untuk para muslimah, sedangkan akhi adalah panggilan untuk lelaki sholeh.
Mengikhlaskan diri.
Saya ikhlas, banyak kalimat seperti itu yang disampaikan oleh orang-orang yang mengaku telah ikhlas melakukan suatu hal. Ikhlas adalah suatu bentuk ringannya jiwa dalam berbuat kebaikan tanpa ada maksud lain seperti ingin dipuji atau dianggap baik telah melakukan hal tersebut. Sifat ikhlas ini merupakan sifat yang sangat sulit ditemukan pada zaman sekarang ini, orang berbuat baik biasanya dengan harapan oranglain juga melakukan hal demikian kepadanya.
Kamis, 15 Juni 2017
Membangun Pikiran Positif, Melahirkan Masyarakat Madani.
Positive thinking adalah ketika kita mampu mengendalikan pikiran agar selalu berpikiran positif terhadap kehidupan yang sedang kita jalani. Pertanyaan sederhananya adalah, kenapa kita harus berpikiran positif? Dalam kehidupan sehari-hari banyak cobaan dan ujian yang menimpa seseorang, sehingga membuatnya merasa sangat bersedih, down, bahkan stres akibat musibah yang menimpanya. Disinilah fungsi pikiran yang positif, dimana kita bisa mengelola keadaan, sehingga sesuatu yang buruk, tidak selalu menjadi buruk. Salah satu bentuk dari pikiran positif adalah selalu berprasangka baik kepada siapa saja, kepada manusia dalam menjalani hubungan horizontal, maupun kepada Tuhan secara vertikal.
Jumat, 06 Januari 2017
Tak Cerdas Bersosial Media Picu Kerusakan Integritas Bangsa, Salah Siapa?
![]() |
| Sumber Foto: Maxmanroe.com |
Oleh: Yaser Arafat
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Andalas
Menjadi
bangsa yang besar dan bersatu dalam setiap perbedaan bukanlah hal yang mudah
bagi setiap bangsa manapun di dunia ini, namun hal tersebut mampu diciptakan
oleh bangsa Indonesia semenjak kemerdekaan diraih 71 tahun silam dari tangan
penjajah. Persatuan tersebut terwujud melalui semboyan bhineka tunggal ika,
walaupun berbeda, namun tetap satu dan di dukung oleh pilar-pilar NKRI.
Keberhasilan bangsa Indonesia dalam menciptakan persatuan dalam kemajemukan
tersebut mendapat pujian dari seluruh dunia, betapa tidak, negara yang memiliki
pulau lebih dari 17.000 buah, suku lebih dari 1.340 suku bangsa menurut sensus
BPS tahun 2010. Sedangkan bahasa daerah berjumlah 1158 bahasa daerah, dengan
fakta tersebut, menjadikan Indonesia sebagai suri tauladan bangsa seluruh dunia
dalam menciptakan persatuan dalam kemajemukan tersebut.
Selasa, 11 Oktober 2016
Aku Ora Opo-opo
Kondisi
bangsa yang sedang carut marut tentunya membuat kita menjadi pusing jika ikut
juga memikirkan kondisi bangsa ini, apalagi setiap hari disibukan dengan
rutinitas sehari-hari membuat kita tidak mau tahu apa yang terjadi d negara
ini. Lebih bak memikirkan bagaimana perut terisi dan survive hingga hari esok,
daripada membuang energi untuk hal yang kita anggap tidak penting dan tidak
mempengaruhi kondisi ekonomi kita.
Minggu, 09 Oktober 2016
Tuhan bersama mahasiswa tahun akhir
![]() |
| Sumber foto: Google |
“Tuhan
bersama mahasiswa tahun akhir”. Mungkin itu sebuah kata mutiara yang sangat
disenangi oleh mahasiswa-mahasiswa penyusun daftar pustaka, kenapa tidak,
kondisi yang mengurung mereka agar secepatnya mengakhiri status ”pelajar”
sangatlah membutuhkan dukungan-dukungan dari berbagai pihak agar gelar sarjana
yang dinanti-nanti menyemat pada nama mereka. Saya cukup setuju dengan kalimat
tersebut, karena saya melihat mahasiswa tahun akhir biasanya akan merubah sikap
dalam pergaulan sehari-hari, mereka akan banyak beribadah, baik siang atau
malam hari meminta kepada Tuhan agar dimudahkan segala urusan dan dijauhkan
dari masa depan yang buruk.
Kamis, 11 Februari 2016
Perjalanan Menembus Empat Negara
Pengalaman
jika tidak dibagi maka tidak berkah rasanya. Perkenalkan nama saya Yaser
Arafat, mungkin pembaca sudah kenal saya, tapi bukan tidak mungkin jika pembaca
juga tidak mengenal siapa saya. Hehehe.Bulan Januari 2016 adalah bulan yang
sangat berkesan bagi saya, untuk pertama kalinya saya ke luar negeri, menjadi
delegasi Universitas Andalas dalam acara Asia
Pacific Youth Exchange (APYE) di Kota Mania, Philippines pada tangggal
13-17 Januari 2016. Karena mendapatkan kesempatan untuk ke luar negeri, maka
saya manfaatkan sebaik mungkin, yaitu tidak tanggung-tanggung, saya langsung
menjelajahi empat Negara di kawasan Asean, yaitu Malasyia, Philippines,
Thailand, dan Singapore. Perjalanan ala backpacker-pun saya jalani, sebagai
pemuda memang harus memiliki keberanian yang besar . Karena perjalanan ini
terbagi dalam empat episode, maka saya akan membahas satu per satu.
Kuala
Lumpur, Malaysia.
Tepat
pada tanggal 11 Januari, pukul 08:40 WIB, penerbangan Padang-Kuala Lumpur. Saya
dan teman-teman sengaja terbang pada hari itu, agar bisa mengelilingi Kota
Kuala Lumpur selama sehari semalam. Sampai di Kota Kuala Lumpur kira-kira pukul
10:30 Waktu Malasyia, perasaan cemas pun sempat menyelimuti saya, yang namanya
perdana ke luar negeri, pasti akan merasa takut, takut tidak bisa berkomunikasi
dengan masyarakat, takut tersesat, namun ketakutan tersebut hilang setelah
mendengar masyarakat Kuala Lumpur dalam bahasa Melayu, tidak jauh beda dengan
bahasa Indonesia. Mendarat di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2)
adalah pendaratan pertama saya di negeri orang, Kuala Lumpur memang mempunyai 2
bandara bagus, yang satunya lagi KLIA, sedangkan KLIA 2 adalah base nya pesawat
Air Asia, pesawat yang kami naiki. Dari bandara KLIA2 ke pusat kota lumayan
jauh, kira-kira 1 jam perjalanan menaiki Sky Bus, kami naik Bus karena harganya
yang cukup murah, yaitu RM 10. Sesampai di Pusat Kota, saya dan teman-teman
langsung mencari Hostel yang memang sudah kami tandai selama di Indonesia. Kami
mencari Raizzy Guset House di Jalan Tun H.S Lee. Cukup sulit kami menemukan
hostel ini,. Kami pun pantang menyerah, kami selalau bertanya kepada
orang-orang yang kami temui, setelah berusaha kira-kira setengah jam, kami
akhirnya menemui hostel ini. Biaya sewa hostel selama sehari adalah RM
32/orang, menurut kami harga yang cukup murah. Sesudah meletakkan barang-barang
di kamar, kami langsung tancap gas menjelajahi kota Kuala Lumpur ini. Tempat
yang pertama saya cari adalah KL sentra, karena disini adalah pusat
transportasi ke seluruh sudut Kota Kuala Lumpur, baik MRT, LRT, BTS, atau Sky
Train berpusat disini. Setelah sampai di KL sentra, kami langsung memesan tiket
di tiket mesin otomatis, kami membeli tiket ke stasiun Batu Caves, saya kesini
karena sering melihat foto-foto teman-teman saya kesini. Batu Caves terdapat
patung Budha dan Snowman. Tidak ada biaya masuk ke tempat pariwisata ini,
disini terdapat banyak etnis India. Setelah puas berfoto-foto di Batu Caves,
maka saya melanjutkan perjalanan ke KLCC, yaitu ke Twin Tower, ikonnya kota
Kuala Lumpur, saat itu sudah malam, kami sengaja malam ke sini, karena lampunya
akan terlihat indah ketika malam hari. Seperti sebelumnya, tujuan ke tempat
wisata adalah berfoto dan selfie sepuasnya. Setelah selesai kami kembali ke
hostel untuk istirahat.
Sebelum
tidur, saya mandi air panas dulu agar otak ini terasa segar dan tidur pun
terasa nyenyak. Saya tidur jam 11 dan terbangun jam 5 subuh, namun di Kuala
Lumpur belum juga subuh, ternyata subuh masuk jam setengah 7, karena di
Malaysia +GMT 8, berbeda 1 jam dengan Waktu Indonesia Barat. Setelah selesai
shalat subuh, saya bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan keliling kota
Kuala Lumpur, saya star jam 10, tujuan kami selanjutnya adalah dataran merdeka,
sebelum ke dataran merdeka, kami makan dulu, makan nasi campur dengan harga RM
5 seporsinya, harga yang cukup murah untuk kota besar Kuala Lumpur. Setelah
itu, kami main ke pasar seni, tempat jual souvenir khas Malaysia, setelah
selesai belanja, kami langsung balik ke hostel, untuk Check Out, akren akami
harus Check out jam 12:00. Setelah check out, kami menitipkan barang-barang
kami di lobi hostel, memang gratis sampai jam 6 sore. Setelah itu, kami
langsung ke Dataran merdeka dan Kuala Lumpur City Gallery (KLCG), befoto ria di
tulisan 3D I Love KL, serta berfoto di depan istana Negara. Setelah puas di
dataran merdeka, kami lanjut ke masjid jamek untuk melaksanakan Shalat dzuhur,
karena kelelahan, kami istirahat sebentar di masjid ini. Setelah itu, kami ke
hostel untuk mengambil barang dan melanjutkan perjalanan ke bandara KLIA2,
karena penerbangan kami adalah pukul 21:10 malam, maka kami harus nyampai jam
7. Perjalanan ke bandara kembali naik Bus, yaitu Aero Bus. Sejam perjalanan
kami sampai di KLIA2 dan langsung check in untuk penerbangan ke kota Manila.
Manila, Philippines
Tujuan utama trip ini
adalah kota Manila, karena saya akan mengikuti Asia Pacific Youth Exchange (APYE). Saya dan teman-teman delegasi
Unand sampai di bandara Internasional Ninoy Aquino pada jam 01:10 Dinihari
waktu Manila. Kami langsung dijemput oleh panitia dan dibawa ke hotel Holiday
Inn Gallerya, hotel bintang empat yang memiliki 29 lantai. Pengalaman yang
cukup menyenangkan bisa menginap di lantai 18 sehingga pemandangan kota Manila
terlihat begitu indah. Di Manila saya
tidak banyak jalan-jalan, karena focus ke acara APYE tersebut. Untuk hari
pertama yang memang free time, maka saya dan teman-teman mencoba mencari makana
halal, kami pergi ke SM Mega Mall, Mall yang begitu luas, kami cukup kesulitan
mencari restoran halal, karena kegighan bertanya kepada padpao (polisi) maka
kami berhasil menemukan restoran halal dengan nama The Halal Guys. Setelah
makan, kami balik ke hotel untuk istirahat. Pada hari Jumat, tanggal 15 Januari
adalah kegiatan konferensi, paginya kami sarapan di Lantai empat. Saya dan
teman-teman muslim adalah orang yang sangat pemilih makanan pada saat itu,
karena kami takut makan “Pork” alias daging babi. Meskipun ada ayam, namun
tidak disembelih dengan cara Islam, maka saya tidak selera menyantapnya. Saya
Cuma makan nasi dan ikan asin, yang penting kenyang dan halal. Setelah itu saya
dan teman-teman ke ADB Headquarter untuk mengikuti acara konferensi. Karena
hari Jumat, maka kami pergi melaksanakan Shalat Jumat. Di Negara mayoritas non
muslim sangat sulit menemukan mesjid, setelah berusaha, akhirnya kami menemukan
mesjid yang terletak dekat sebuah pusat perbelanjaan, namun yang mirisnya
masjid tersebut berada di Basement, tempat yang tidak layak. Pada hari Sabtu, kami kembali mengikuti
konferensi dan hari minggunya saya terbang ke Bangkok, Thailand.
Bangkok, Thailand
Sekali
dayung, dua tiga pulau terlampaui. Itulah prinsip saya ketika pergi ke luar
negeri, saya belum puas sebelum mendapatkan cap stempel dari imigrasi Thailand,
karena saya memang ingin berkunjung ke Negara gajah putih ini. Saya terbang
dari NAIA pada hari Minggu, pukul 08:20 pagi dan sampai bandara Suvarnhabumi
(dibaca:Suvarnhabum) pada jam 10 waktu Indonesia Barat, karena waktu Bangkok
sama dengan WIB. Setelah sampai di Bandara Suvarnhabumi, saya naik Sky Train
dengan tarif 40 Bath (16000 Rupiah) tujuan kami adalah ke stasiun Rachaprarop,
karena kami telah memesan Hostel dekat Rachaprarop Road. Setelah sampai di
stasiun Rachaprarop, kami langsung mencari Link Corner, nama hostel tujuan
kami. Begitu beruntungnya ketika saya melihat hostel tersebut berada bersebelahan
dengan stasiun Rachaprarop. Kami langsung Check In, setelah itu kami langsung
menentukan perjalanan selanjutnya, yaitu Chatucak Market, pasar tradisional
terbesar di Bangkok dan hanya dibuka pada hari Minggu, pasar yang menyediakan
souvenir untuk wisatawan serta sangat memanjakan mata melihat dagangan di pasar
ini. Perut sudah mulai lapar, kami lansung mencari makanan halal di pasar ini,
kami bertanya kepada orang-orang yang kami temui, kami disuruh membeli Kebab
Turki, namun kami tidak menemui tempat penjualan kebeb tersebut. Setelah itu
kami bertanya pada polisi lalu kami dituntunt ke restoran halal. Polisi yang
begitu ramah. Setelah itu saya pesan makanan dengan lauk Paha Ayam, biaya
sekali makan 100 Bath(meskipun minta tambah nasi).
Setelah
itu, kami pulang ke hostel naik MRT. Saya sangat senang naik
MRT/LRT/Monorail/skytrain karena kereta ini sangat tepat waktu dan tidak ada
macet. Mungkin ini juga salah satu penyebab banyaknya turis yang datang ke
sini. Pada hari kedua, kami pergi ke Wat Pho, Arun, dan Grand palace. Untuk
mencapai tempat tersebut, kami harus naik MRT dan kapal boat. Untuk kapal boat,
dikenakan tarif 150 Bath untuk seharian, meskipun naik berulang-ulang. Wat Pho,
Arun, dan Grand palace adalah tempat wisata yang sangat terkenal di Thailand,
kami puas-puas berfoto disini, meskipun cuaca Bangkok sangat panas, namun saya
tetap semangat untuk mengunjungi setiap tempat wisata disini. Namun saya cukup
kecewa tidak bisa melihat floating market, pasar terapung yang cuma dibuka
setiap akhir pekan. Sore pun datang, saya balik ke Hostel untuk istirahat. pada
hari ketiga, trip saya adalah MBK Mall. Mall recommended teman saya, karena
katanya banyak barang-barang murah di mall ini. Letak mall ini dekat national
stadium, kami langsung kesini, untuk membeli souvenir dan mencari makanan halal
di MBK Food. Makanan hala disini cukup murah, hanya 40 Bath seporsinya, jauh
beda dengan harga di Chatucak Market. Setelah itu, saya merasa bosan keliling
mall ini, kami memutuskan untuk kembali ke hostel, dan pada hari keempat saya
cuma santai di kamar hingga jadwal check out. Setelah check out, saya langsung
ke Bandara suvarnhabumi, penerbangan sebenarnya jam 21:10, saya nyantai-nyatai
di Musala bandara yang sangat bagus dan bersih hingga jam 19:00 kami check in.
setelah itu kami terbang ke Negara terakhir pada trip ini, yaitu Singapore.
Singapore
Kami ke Singapore
menaiki pesawat Jet Star dari Bangkok, saya mendarat di Changi Airport jam
00:30 Waktu Singapore. Saya lansgung ke imigrasi, pengalaman yang berkesan di
imigrasi Singapore adalah saya sempat ditahan sebentar karena nama saya ke
arab-araban. Pihak imigrasi bertanya, kenapa nama saya Yaser Arafat? Saya jawab
saja karena orangtua saya yang memberi. Pihak imigrasi memeriksa paspor saya,
melihat keabsahannya dan mengintrogasi saya dengan pertanyaan ada apa ke
Singapore. Untung saya sudah memiliki tiket Batam Fast untuk pergi ke Batam,
serta Tiket pesawat Batam-Padang. Dengan bukti tersebut saya dapat menjawab
kalau saya Cuma transit sebentar di Singapore dan selanjutnya berangkat ke
Batam. Saya tidur di bandara sampai jam 6 pagi, setelah itu saya
keliling-keliling bandara yangt dikenal dengan bandara terbaik di dunia. Changi
airport terdiri dari tiga terminal, saya berada di terminal 1. Luas sekali
bandara changi ini, sehingga untuk ke terminal 3 saya harus naik sky train.
Setelah puas mengelilingi setiap terminal, maka saya memutuskan untuk
jalan-jalan ke Marlion Park, dimana terdapat ikon Singapore berupa kepala
singa. Setelah itu saya pergi ke Front harbor untuk menyebrang ke Batam.
Sekitar 45 menit saya nyampai di Batam dan langsung ke bandara Hang Nadim.
Nasib mujur terus menghampiri saya, saya menghubungi teman semasa Sekolah yang
bekerja di Bandara ini, saya diajak tidur di kontrakannya. Karena sesekali ke
batam, maka saya di ajak main ke batam center. Setelah itu malam semakin larut,
dan saya pun balik istirahat dan tidur. Paginya saya diantar ke bandara dan
langsung naik pesawat, karena saya telah di check ini oleh teman saya tersebut.
Saya dikasih kursi VIP, karena teman saya tersebut bekerja di maskapai Lion Air
yang kebetulan saya menaiki maskapai tersebut.
Itulah pengalaman
perjalanan saya yang lamanya kurang lebih dua minggu. Sebuah hal yang sangat
menyenangkan, penuh pengalaman berkesan, serta membuat saya yakin setiap kita
memiliki kesempatan ke luar negeri, yang penting ada niat. Untuk saat ini,
paspor saya telah mendapat cap stempel sebanyak 10 buah, itu merupakan hal luar
biasa untuk pertama kali ke luar negeri.
Semoga teman-teman yang memiliki mimpi bisa mewujudkan mimpinya ke luar negeri.
Teman-teman saya untuk
trip ini adalah Rizqi Akbar dari jurusan Teknik Elektro, Widia Astuti dan Syafni
Wilma dari THP, dan saya Yaser Arafat, mahasiswa Sosiologi. Spadi Sosiologi!!
Rabu, 09 September 2015
IPK SENTRIS MENGGEROGOTI MAHASISWA
Oleh: Yaser
Arafat
Mahasiswa sebagai kaum intelektual tentunya memiliki tanggungjawab sosial
ditengah-tengah masyarakat, kemampuan hardskill dan softskill adalah dua hal
yang mutlak dimiliki oleh seorang mahasiswa ketika terjun di masyarakat.
Mendapatkan kemampuan yang bersifat hardskill dapat diperoleh oleh mahasiswa di
dalam kelas saat perkuliahan berlangsung. Duduk manis dan mendengarkan ceramah
dosen maka kemampuan hardskill pun akan diperoleh. Tetapi untuk kemampuan yang
bersifat softskill tidak akan bisa didapat di bangku kelas, karena kemampuan
ini hanya ada di kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler seperti mengikuti organisasi
atau unit kegiatan mahasiswa yang ada di kampus.
Hal yang memprihatinkan saat ini adalah pada umumnya mahasiswa memandang
organisasi adalah sesuatu yang tidak penting, ketika berfikir untuk masuk
organisasi maka hal yang terbayang adalah kegiatan organisasi akan menganggu
perkuliahan. Kenyataan sosial ini adalah dampak dari IPK Sentris-nya pada saat
sekarang ini. Ketakutan-ketakutan IPK akan turun jika sibuk di organisasi dan
jarang mengikuti perkuliahan harus diluruskan, karena tidak benar organisasi
menjatuhkan IPK mahasiswa. sebenarnya terdapat gaktor lain yang menyebabkan IPK
Sentris-nya mahasiswa saat ini, antara lain:
a. Tuntutan orangtua
Setiap mahasiswa tentunya memiliki tanggung jawab
dan amanah yang harus dujalankan ketikan menduduki bangku perkuliahan. Orangtua
yang telah susah payah mencari uang dikampung halaman adalah alasan utama jika
seorang mahasiswa harus mendapatkan nilai sebaik mungkin dan tamat tepat waktu,
meski pun tidak semua orangtua yang menuntut hal itu, tapi sebagai anak
tentunya menjadi tanggung jawab tersendiri untuk membahagiakan orangtua lewat
IPK yang memusakan.
b. Waktu perkuliahan yang tidak mendukung
Khususnya di
Universitas Andalas, waktu perkulihan sampai jam enam sore tentunya menganggu
kegiatan organisasi serta mematahkan semangat mahasiswa untuk berkecimpung di
organisasi. Karena kegiatan di organisasi seperti rapat dilakukan setelah
perkuliahan usai. Pulang mala adalah konsekuensi tersendiri yang harus ditanggung
jika mahaiswa masih ingin berorganisasi, belum lagi tugas kuliah yang deadline
esok harinya.
b. Target tamat empat tahun
Sebagian besar mahasiswa Universitas Andalas
adalah para penerima beasiswa. Seperti
beasiswa bidikmisi dan etos Padang.
Tuntutan tamat emapat tahun ini selalu menjadi bayang-bayang bagi mereka
yang memperoleh beasiswa ini, ditambah lagi target IPK minimal juga menjadi
persyaratan mempertahankan beasiswa ini.
Jika kita melihat Universitas Andalas yang telah mendapatkan akredirasi A
dari BANPT pada tahun 2004 silam, tentunya semua itu tidak terlepas dari
kegiatan kemahasiswa seperti keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi. Ini
adalah PR kita bersama untuk memecahkan masalah sosial ini.
Jumat, 04 September 2015
Qurban dan Solidaritas Sosial
Dalam sejarah munculnya berqurban adalah
ketika nabi ibrahim mendapatkan sebuah ujian dari Allah untuk menyembelih anak
semata wayang yang begitu ia sayangi, yang kisahnya tertuang di dalam Al-qur’an surat Ash shaafaat :
102-107.
“ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha
bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat
dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia
menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya
Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya
telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya),
(nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,
sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami
memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini
benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor
sembelihan yang besar.”
Setiap tahunnya kaum muslim menjalankan ibadah
qurban dalam rangka mensyukuri nikmat Allah dengan cara ikut berbagi
kebahagiaan dengan berqurban dan membagi-bagikan daging qurban kepada kaum
fakir. Memahami makna munculnya kewajiban berqurban bagi yang mampu dapat
dipahami dalam konteks sosial. Pada zaman sekarang ini, masyarakat telah
memiliki sifat individual, sifat
masyarakat komunal yang berfalsafah oriental (rasa kebersamaan)
berangsur-angsur ke falsafah oksidental yang bersifat individualis, bahkan umat
Islam yang bersaudara antar sesama umat Islam mulai teracuni oleh sifat
individualis warisan bangsa barat. Dengan adanya hari raya qurban ini adalah
sebuah moment penting untuk umat Islam dalam rangka meningkatkan rasa empati
dan solodaritas sosial antar sesama. Ia menggerakkan emosi setiap orang
untuk meluangkan sisi keberadaannya kepada yang lain dan memberikan sebagian
kepemilikannya untuk berbagi kesejahteraan.
Hewan yang disembelih pada Idul Adha mengajak kita melepaskan diri dari sifat ”kebinatangan”: simbol
ketidakberadaban yang bisa membunuh sistem kepedulian. Berkorban saat Idul Adha adalah momentum untuk
menumbuhkan kepedulian. Tumbuhnya
rasa solidaritas sosial antar sesama menjadi contoh nyata bahwa umat Islam itu bersaudara.
Silat Kumango, Seni Mempertahankan Diri Yang Harus Dipertahankan.
Manusia telah mengenal seni bela diri semenjak tahun 520
Masehi di India. Seni bela diri ini merupakan kesenian yang muncul sebagai
refleksi dari manusia untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Pada
dasarnya manusia memiliki insting untuk mempertahankan diri dengan kata lain
dengan prilaku selalu mempertahankan diri, diseluruh penjuru dunia terdapat
berbagai macam seni bela diri. Perbedaan jenis seni bela diri tidak lepas dari
kultur dan budaya yang dianut masyarakat setempat.
Seni bela diri silat adalah seni bela diri yang
berkembang di negara-negara Asean, dan terdapat di Indonseia, Malaysia,
Thailand, dan Brunei Darussalam. Di indonesia sendiri terdapat beragam jenis
seni bela diri silat, hal ini dipengaruhi oleh perbedaan kultur budaya disetiap
daerah di Indonesia. Di Nagari Koto
Baru, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Propinsi Sumatera Barat
terdapat silat kumango, berdasarkan namanya silat kumango adalah silat yang
berasal dari Nagari Kumango. Silat ini diciptakan oleh Syekh Kumango pada abad ke-19.
Sebagai seni bela diri yang sudah dikenal disetiap
pelosok Minangkabau, Silat Kumango merupakan seni bela diri untuk
mempertahankan diri dari serangan musuh, bukan untuk mencari lawan. Dalam
silat, setiap manusia sebenarnya mempelajari ilmu untuk memoerluas tali
silaturahmi, karena kata silat sendiri berasal dari kata silaturahmi. Dibatin mancari kawan, dilahia manacri Tuhan
(Di batin mencari kawan, dilahir mencari Tuhan). Ungkapan tersebut keular
dari perkataan guru besar Silat Kumango di Nagari Koto Baru, Syekh. H. Imam
Mahyudin. Dt Pamangku Malin Mancahayo.
Namun hal yang disayangkan adalah kurangnya minat
generasi muda untuk melestarikan silat kumango ini, hal ini tentunya menjadi
keprihatinan kita terhadap makin eksistensi buadaya lokal yang dari waktu ke
waktu terus berkurang lantaran tidak adanya generasi penerus yang ikut andil
mempertahankan budaya dan kearifan lokal.
Dengan berkurangnya rasa cinta tarhadap kebudayaan lokal,
tampaknya sangat berbanding terbalik dengan bangsa lain yang sangat ingin
mempelajari silat kumango. Di Nagari Koto Baru, banyak turis asing yang menjadi
murid dari Syekh. H Imam Mahyudin. Ketika bangsa lain ikut melestarikan
kebudayaan kita dan terjadi pengklaiman, seharusnya tidak sepantasnya kita
marah, dan menyalahkan bangsa lain karena mengklaim kebudayaan kita. Seharusnya
kita bercermin diri, menanyakan kepada diri sendiri. Siapa yang salah? Apakah
mereka yang melestarikan hingga mengklaim kebudayaan kita? atau kita sendiri
yang tidak melestarikannya?






