Skripsi, mahasiswa mana yang tidak kenal dengan yang namanya skripsi. Khususnya mahasiswa S1 di Indonesia, dimana syarat untuk mendapatkan gelar sarjana harus menulis sebuah karya ilmiah yang bernama skripsi, meskipun ada kampus-kampus yang tidak mewajibkan skripsi sebagai syarat mendapatkan gelar sarjana, namun mayoritas perguruan tinggi masih menerapkan aturan ini.
Tampilkan postingan dengan label Pojok Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pojok Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 Juni 2017
Jumat, 06 Januari 2017
Tak Cerdas Bersosial Media Picu Kerusakan Integritas Bangsa, Salah Siapa?
![]() |
| Sumber Foto: Maxmanroe.com |
Oleh: Yaser Arafat
Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Andalas
Menjadi
bangsa yang besar dan bersatu dalam setiap perbedaan bukanlah hal yang mudah
bagi setiap bangsa manapun di dunia ini, namun hal tersebut mampu diciptakan
oleh bangsa Indonesia semenjak kemerdekaan diraih 71 tahun silam dari tangan
penjajah. Persatuan tersebut terwujud melalui semboyan bhineka tunggal ika,
walaupun berbeda, namun tetap satu dan di dukung oleh pilar-pilar NKRI.
Keberhasilan bangsa Indonesia dalam menciptakan persatuan dalam kemajemukan
tersebut mendapat pujian dari seluruh dunia, betapa tidak, negara yang memiliki
pulau lebih dari 17.000 buah, suku lebih dari 1.340 suku bangsa menurut sensus
BPS tahun 2010. Sedangkan bahasa daerah berjumlah 1158 bahasa daerah, dengan
fakta tersebut, menjadikan Indonesia sebagai suri tauladan bangsa seluruh dunia
dalam menciptakan persatuan dalam kemajemukan tersebut.
Selasa, 11 Oktober 2016
Teori Strukturasi Anthony Giddens
Sebagai mahasiswa semester akhir, saya tentunya harus membuat skripsi sebagai syarat untuk meraih gelar sarjana yang saya impi-impikan. Salah satu kendala untuk membuat tugas akhir ini adalah pemilihan teori dalam membedah kasus yang kita angkat. Saya diminta oleh pembimbing skripsi untuk menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens, teori yang kurang saya pahami, karena selam perkuliahan, tidak pernah diajarkan teori ini, semua mahasiswa yang menggunakan teori ini merasa galau karena hal tersebut. Saya berpikir kenapa teori ini tidak diiajarkan saat perkuliahan, asumsi saya karena teori ini membahas teori Interaksionisme simbolik dan Fungsional strukutural, namun karena kedua teori tersebut telah diajarkan di bangku kuliah, maka tidak perlu lagi mengulangi kedua teori tersebut diajarkan dalam teori strukturasi ini. Namun perbedaan dengan kedua teori tersebut adalah jika kedua teori tersebut saling bertentangan, sedangkan dalam teori ini menggabungkan kedua teori tersebut, nanti akan saya bahas dibawah.
Senin, 07 Maret 2016
INFO BEASISWA
INFO BEASISWA.
SEMOGA BERMANFAAT smile emoticon
SEMOGA BERMANFAAT smile emoticon
1. Australia Award Scholarship (http://australiaawardsindo.or.id)
2. LPDP Scholarship (http://www.beasiswalpdp.org/index.html)
3. DIKTI Scholarship
a. Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/)
b. Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/)
a. Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/)
b. Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/)
4. Turkey Government Scholarship (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en)
5. General Cultural Scholarship India (http://www.iccrindia.net/gereralscheme.html)
6. USA Government Scholarship
a. (http://www.aminef.or.id/index.php)
a. (http://www.aminef.or.id/index.php)
b. (http://www.iief.or.id)
7. Netherland Government Scholarship (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa)
8. Korean Government Scholarship (http://www.niied.go.kr/eng/contents.do…)
9. Belgium Government Scholarship (http://www.vliruos.be/4273.aspx)
10. Israel Government Scholarship (http://www.mfa.gov.il/…/scholarships%20offered%20by%20the%2…)
11. Sciences Po France (http://formation.sciences-po.fr/…/the-emile-boutmy-scholars…)
12. Utrecht University Netherland (http://www.uu.nl/university/international-
students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx)
students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx)
13. Prasetya Mulya Business School Indonesia (http://www.pmbs.ac.id/s2/scholarship.php?lang=ENG)
14. Brunei Darussalam Government Scholarship (http://www.mofat.gov.bn/index.php/announcement)
15. Monbugakusho Scholarship Japan (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html)
16. Paramadina University Master Fellowship Indonesia (https://gradschool.paramadina.ac.id/…/paramadina-medco-fell…)
17. PPM School of Management Indonesia (http://ppm-manajemen.ac.id/beasiswa-penuh-s2-mm-reguler/)
18. University of Twente Netherland (http://www.utwente.nl/internationa…/scholarshipsandgrants/…/)
19. Sweden Government Scholarship (http://www.studyinsweden.se/Scholarships/)
20. Chinese Government Scholarship (http://www.csc.edu.cn/laihua/scholarshipdetailen.aspx…)
21. Taiwan Government Scholarship (http://www.studyintaiwan.org/taiwan_scholarships.html)
22. United Kingdom Government SCholarship (http://www.chevening.org/indonesia/)
23. Panasonic Scholarship Japan (http://panasonic.net/citizensh…/scholarships/…/requirements/)
24. Ancora Foundation Scholarship (http://ancorafoundation.com)
25. Asian Public Intellectuals Fellowship Japan (http://www.api-fellowships.org/body/)
26. AUN/SEED-Net Scholarship (http://www.seed-net.org/index.php)
27. Art Asia Major Scholarship Korea National University of Arts (http://eng.karts.ac.kr:81/karts/board/list.jsp?
c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice)
c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice)
28. Ritsumeikan Asia Pacific University Japan (http://www.apu.ac.jp/home/life/index.php?content_id=30)
29. Seoul National University Korea (http://en.snu.ac.kr/…/gradu…/scholarships/before-application)
30. DIKTIS Overseas Scholarship (http://www.pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/)
31. Honjo International Scholarship Foundation Japan (http://hisf.or.jp/english/sch-f/)
32. IDB Merit Scholarship Programme for High Technology (http://www.isdb.org/irj/portal/anonymous…)
33. International HIV & Drug Use Fellowship USA (http://www.iasociety.org/fellowship.aspx)
34. Nitori International Scholarship Foundation Japan (http://www.nitori-shougakuzaidan.com/en/)
35. School of Government and Public Policy Indonesia (http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions)
36. Inpex Scholarship Foundation Japan
37. Asia University Taiwan (http://ciae.asia.edu.tw/AdmissionsScholarship.html)
38. Macquaire University Australia (http://www.mq.edu.au/…/macquarie_university_international_…/
Sumber: Inspirator
Beasiswa Penuh bagi lulusan S1 (semua jurusan), baik Fress Graduate Umum, PNS, TNI, dan POLRI. Di Universitas Pertahanan Indonesia Lokasi Bogor.
Ijin meneruskan info ini mungkin bermanfaat bagi saudara atau buat saudara anda:
Beasiswa Penuh bagi lulusan S1 (semua jurusan), baik Fress Graduate Umum, PNS, TNI, dan POLRI.
Di Universitas Pertahanan Indonesia Lokasi Bogor.
Disediakan Fasilitas:
Mess, Makan, Buku-buku Perpustakaan, Pakaian Dinas PDH dan PDL Mahasiswa serta Pakaian Olah Raga Unhan, Sepatu, Uang Saku, Ada kegiatan belajar/ kunjungan dalam negeri maupun keluar negeri, Gratissss!
Mess, Makan, Buku-buku Perpustakaan, Pakaian Dinas PDH dan PDL Mahasiswa serta Pakaian Olah Raga Unhan, Sepatu, Uang Saku, Ada kegiatan belajar/ kunjungan dalam negeri maupun keluar negeri, Gratissss!
Status: Negeri
Peringkat 9 terbaik dari seluruh Universitas Pertahanan di Dunia Internasional
Peringkat 9 terbaik dari seluruh Universitas Pertahanan di Dunia Internasional
Jurusan yang ada di Unhan adalah:
Fak. Strategi Pertahanan:
1. S2 Strategi Perang Semesta
2. S2 Damai dan Resolusi Konflik
3. S2 Perang Asimetris
4. S2 Keamanan Maritim
1. S2 Strategi Perang Semesta
2. S2 Damai dan Resolusi Konflik
3. S2 Perang Asimetris
4. S2 Keamanan Maritim
5. S2 Pertahanan Angkatan Darat
6. S2 Pertahanan Angkatan Laut
7. S2 Pertahanan Angkatan Udara
8. S2 Kampaye Militer
6. S2 Pertahanan Angkatan Laut
7. S2 Pertahanan Angkatan Udara
8. S2 Kampaye Militer
Fak. Manajemen Pertahanan:
1. S2 Manajemen Pertahanan
2. S2 Ekonomi Pertahanan
3. S2 Ketahanan Energi
4. S2 Teknologi Industri
5. S2 Diplomasi Pertahanan
6. S2 Manajemen Bencana
1. S2 Manajemen Pertahanan
2. S2 Ekonomi Pertahanan
3. S2 Ketahanan Energi
4. S2 Teknologi Industri
5. S2 Diplomasi Pertahanan
6. S2 Manajemen Bencana
Gelar: M.Si.(Han)
Lama Dik: 1,5 tahun
Lama Dik: 1,5 tahun
Sekali lagi, semua gratis!!
Monggo, beasiswa S2 Unhan. Berkenan teruskan Info ini ke Seluruh Nusantara. Terimakasih.
Sumber: Inspirator
Rabu, 09 September 2015
IPK SENTRIS MENGGEROGOTI MAHASISWA
Oleh: Yaser
Arafat
Mahasiswa sebagai kaum intelektual tentunya memiliki tanggungjawab sosial
ditengah-tengah masyarakat, kemampuan hardskill dan softskill adalah dua hal
yang mutlak dimiliki oleh seorang mahasiswa ketika terjun di masyarakat.
Mendapatkan kemampuan yang bersifat hardskill dapat diperoleh oleh mahasiswa di
dalam kelas saat perkuliahan berlangsung. Duduk manis dan mendengarkan ceramah
dosen maka kemampuan hardskill pun akan diperoleh. Tetapi untuk kemampuan yang
bersifat softskill tidak akan bisa didapat di bangku kelas, karena kemampuan
ini hanya ada di kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler seperti mengikuti organisasi
atau unit kegiatan mahasiswa yang ada di kampus.
Hal yang memprihatinkan saat ini adalah pada umumnya mahasiswa memandang
organisasi adalah sesuatu yang tidak penting, ketika berfikir untuk masuk
organisasi maka hal yang terbayang adalah kegiatan organisasi akan menganggu
perkuliahan. Kenyataan sosial ini adalah dampak dari IPK Sentris-nya pada saat
sekarang ini. Ketakutan-ketakutan IPK akan turun jika sibuk di organisasi dan
jarang mengikuti perkuliahan harus diluruskan, karena tidak benar organisasi
menjatuhkan IPK mahasiswa. sebenarnya terdapat gaktor lain yang menyebabkan IPK
Sentris-nya mahasiswa saat ini, antara lain:
a. Tuntutan orangtua
Setiap mahasiswa tentunya memiliki tanggung jawab
dan amanah yang harus dujalankan ketikan menduduki bangku perkuliahan. Orangtua
yang telah susah payah mencari uang dikampung halaman adalah alasan utama jika
seorang mahasiswa harus mendapatkan nilai sebaik mungkin dan tamat tepat waktu,
meski pun tidak semua orangtua yang menuntut hal itu, tapi sebagai anak
tentunya menjadi tanggung jawab tersendiri untuk membahagiakan orangtua lewat
IPK yang memusakan.
b. Waktu perkuliahan yang tidak mendukung
Khususnya di
Universitas Andalas, waktu perkulihan sampai jam enam sore tentunya menganggu
kegiatan organisasi serta mematahkan semangat mahasiswa untuk berkecimpung di
organisasi. Karena kegiatan di organisasi seperti rapat dilakukan setelah
perkuliahan usai. Pulang mala adalah konsekuensi tersendiri yang harus ditanggung
jika mahaiswa masih ingin berorganisasi, belum lagi tugas kuliah yang deadline
esok harinya.
b. Target tamat empat tahun
Sebagian besar mahasiswa Universitas Andalas
adalah para penerima beasiswa. Seperti
beasiswa bidikmisi dan etos Padang.
Tuntutan tamat emapat tahun ini selalu menjadi bayang-bayang bagi mereka
yang memperoleh beasiswa ini, ditambah lagi target IPK minimal juga menjadi
persyaratan mempertahankan beasiswa ini.
Jika kita melihat Universitas Andalas yang telah mendapatkan akredirasi A
dari BANPT pada tahun 2004 silam, tentunya semua itu tidak terlepas dari
kegiatan kemahasiswa seperti keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi. Ini
adalah PR kita bersama untuk memecahkan masalah sosial ini.
Jumat, 04 September 2015
Qurban dan Solidaritas Sosial
Dalam sejarah munculnya berqurban adalah
ketika nabi ibrahim mendapatkan sebuah ujian dari Allah untuk menyembelih anak
semata wayang yang begitu ia sayangi, yang kisahnya tertuang di dalam Al-qur’an surat Ash shaafaat :
102-107.
“ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha
bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat
dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia
menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya
Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya
telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya),
(nyatalah kesabaran keduanya ), dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,
sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami
memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini
benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan seekor
sembelihan yang besar.”
Setiap tahunnya kaum muslim menjalankan ibadah
qurban dalam rangka mensyukuri nikmat Allah dengan cara ikut berbagi
kebahagiaan dengan berqurban dan membagi-bagikan daging qurban kepada kaum
fakir. Memahami makna munculnya kewajiban berqurban bagi yang mampu dapat
dipahami dalam konteks sosial. Pada zaman sekarang ini, masyarakat telah
memiliki sifat individual, sifat
masyarakat komunal yang berfalsafah oriental (rasa kebersamaan)
berangsur-angsur ke falsafah oksidental yang bersifat individualis, bahkan umat
Islam yang bersaudara antar sesama umat Islam mulai teracuni oleh sifat
individualis warisan bangsa barat. Dengan adanya hari raya qurban ini adalah
sebuah moment penting untuk umat Islam dalam rangka meningkatkan rasa empati
dan solodaritas sosial antar sesama. Ia menggerakkan emosi setiap orang
untuk meluangkan sisi keberadaannya kepada yang lain dan memberikan sebagian
kepemilikannya untuk berbagi kesejahteraan.
Hewan yang disembelih pada Idul Adha mengajak kita melepaskan diri dari sifat ”kebinatangan”: simbol
ketidakberadaban yang bisa membunuh sistem kepedulian. Berkorban saat Idul Adha adalah momentum untuk
menumbuhkan kepedulian. Tumbuhnya
rasa solidaritas sosial antar sesama menjadi contoh nyata bahwa umat Islam itu bersaudara.
Silat Kumango, Seni Mempertahankan Diri Yang Harus Dipertahankan.
Manusia telah mengenal seni bela diri semenjak tahun 520
Masehi di India. Seni bela diri ini merupakan kesenian yang muncul sebagai
refleksi dari manusia untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Pada
dasarnya manusia memiliki insting untuk mempertahankan diri dengan kata lain
dengan prilaku selalu mempertahankan diri, diseluruh penjuru dunia terdapat
berbagai macam seni bela diri. Perbedaan jenis seni bela diri tidak lepas dari
kultur dan budaya yang dianut masyarakat setempat.
Seni bela diri silat adalah seni bela diri yang
berkembang di negara-negara Asean, dan terdapat di Indonseia, Malaysia,
Thailand, dan Brunei Darussalam. Di indonesia sendiri terdapat beragam jenis
seni bela diri silat, hal ini dipengaruhi oleh perbedaan kultur budaya disetiap
daerah di Indonesia. Di Nagari Koto
Baru, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Propinsi Sumatera Barat
terdapat silat kumango, berdasarkan namanya silat kumango adalah silat yang
berasal dari Nagari Kumango. Silat ini diciptakan oleh Syekh Kumango pada abad ke-19.
Sebagai seni bela diri yang sudah dikenal disetiap
pelosok Minangkabau, Silat Kumango merupakan seni bela diri untuk
mempertahankan diri dari serangan musuh, bukan untuk mencari lawan. Dalam
silat, setiap manusia sebenarnya mempelajari ilmu untuk memoerluas tali
silaturahmi, karena kata silat sendiri berasal dari kata silaturahmi. Dibatin mancari kawan, dilahia manacri Tuhan
(Di batin mencari kawan, dilahir mencari Tuhan). Ungkapan tersebut keular
dari perkataan guru besar Silat Kumango di Nagari Koto Baru, Syekh. H. Imam
Mahyudin. Dt Pamangku Malin Mancahayo.
Namun hal yang disayangkan adalah kurangnya minat
generasi muda untuk melestarikan silat kumango ini, hal ini tentunya menjadi
keprihatinan kita terhadap makin eksistensi buadaya lokal yang dari waktu ke
waktu terus berkurang lantaran tidak adanya generasi penerus yang ikut andil
mempertahankan budaya dan kearifan lokal.
Dengan berkurangnya rasa cinta tarhadap kebudayaan lokal,
tampaknya sangat berbanding terbalik dengan bangsa lain yang sangat ingin
mempelajari silat kumango. Di Nagari Koto Baru, banyak turis asing yang menjadi
murid dari Syekh. H Imam Mahyudin. Ketika bangsa lain ikut melestarikan
kebudayaan kita dan terjadi pengklaiman, seharusnya tidak sepantasnya kita
marah, dan menyalahkan bangsa lain karena mengklaim kebudayaan kita. Seharusnya
kita bercermin diri, menanyakan kepada diri sendiri. Siapa yang salah? Apakah
mereka yang melestarikan hingga mengklaim kebudayaan kita? atau kita sendiri
yang tidak melestarikannya?
