Jumat, 12 Oktober 2018

My Dreams


Saya baru sadar ternyata saya memiliki puluhan impian yang mengawang-ngawang dalam pikiran, saya berpikir kenapa tidak saya tulis saja impian saya didalam selembar kertas, atau saya post di blog milik saya. Karena makin banyak orang yang membaca, makan makin besar kemungkinan impian kita dikabulkan Allah.

Kamis, 15 Februari 2018

Tips Menghafal Surat Ar-Rahman Untuk Pemula

Beberapa minggu yang lalu saya pernah memposting tulisan yang berjudul "Pengangguran Produktif" di blog ini. Salah satu kegiatan produktif yang dapat dilakukan selama menganggur adalah menghafal al-qur'an.

Senin, 05 Februari 2018

Cinta Tidak Salah. Hanya Waktu Yang Belum Tepat

Pernahkah engkau merasakan sakit ketika hari-hari penuh kesibukan? harapan agar selalu sehat kandas karena sakit yang datang secara tiba-tiba. Jika hal demikian mungkin hal yang biasa, namun bagaimana dengan ujian berupa jatuh cinta kepada seorang pemuda/pemudi di waktu yang belum tepat? Cinta bersemayam di dada, makin hari makin dalam, namun engkau belum siap untuk mempersunting sang pujaan hati. Saya yakin ini sangatlah berat bagi engkau,

Selasa, 16 Januari 2018

Doa Belum Terkabul

Pernahkah doamu belum dikabulkan oleh Allah?  Setiap malam kamu berdoa, usaha pun telah di lakukan dengan maksimal, namun apa yang kau minta belum juga datang. Hari demi hari, bulan demi Bulan, hingga tahun demi tahun apa yang kau minta tak kunjung datang.

Senin, 15 Januari 2018

Pengangguran Produktif

Saya yakin banyak di antara freshgrad yang galau belum juga dapat kerja, jika kamu membaca tulisan ini, berarti kamu salah satunya. :p

Ngasuh Anak

Kali ini saya yang masih bujangan ingin menamparkan pengalaman mengasuh anak.
Helloo.. Masih bujangan kok sok mengasuh anak juga ditulis?  Nah di sini saya belajar dari Dewa Eka Prayoga tentang menembus batas.

Minggu, 07 Januari 2018

Hilang Leluhurku

Tapak tilas kemana?
Tidak bisa ku salahkan pihak mana pun, ketika seorang Sadly merantau ke daerah Pariaman dalam rangka urusan kerja sebagai PNS. Sadly yang merantau jauh-jauh dari tanah pasundan jatuh hati kepada seorang janda beranak 3, Siti Ain, perempuan cantik berhidung mancung, para kompany Belanda memanggilnya Nona Prancis, alasan hidung mancung dan kecantikan yang memesona pantas disematkan Nona Prancis.
Sadly, Akang dari Tanah Parahyangan jatuh Cinta kepada Siti Ain, walaupun janda beranak tiga, namun kecantikannya tidak memudar, sehingga Sadly menikahinya. Dalam pernikahan mereka, dikaruniai seorang anak laki-laki, yang diberi nama Rusli. Semenjak merantau ke Pariaman, Sadly tidak pernah pulang kampung ke Singaparna, Tasikmalaya, karena sudah merasa nyaman di daerah Rantau. Rusli sebagai anak satu-satunya tidak pernah tahu dimana neneknya tinggal di Tasikmalaya, hingga Sadly sudah tua dan meninggal dunia, Rusli pun tidak tahu dimana leluhurnya tinggal di Tanah Parahyangan. Sebagai tanah leluhur, ternyata anak-anak Rusli semuanya merantau ke Tanah Pasundan, seperti kembali ke tanah leluhur mereka, tapi sangat disayangkan, alamat dan tempat asal kakek mereka tidak pernah ia ketahui, bukan ayah mereka tidak mau memberi tahu, tapi kakek memang tidak pernah mengajak ayah mereka ke rumah neneknya.
.
.
Sepenggal kisahku, ingin tapak tilas, tapi bak menginjakan kaki di tepi pantai, jejak hilang di hapus gelombang. Semoga Allah menjaga keluargaku di Singaparna, Tasikmalaya.

Kamis, 04 Januari 2018

Keridhaan

Betapa banyak orang ditimpakan ujian, musibah, cobaan. Ditinggalkan oleh orang-orang tersayang, mendapati dirinya jatuh miskin, ditipu, dihina, difitnah, ketika semua ujian datang menimpa, hatinya merasa marah, benci, bertanya-tanya kenapa ujian begitu berat?  Hingga akhirnya ia bersujud, meminta petunjuk di keheningan malam, memohon kepada Allah untuk memberinya kekuatan.
Setelah ujian tak kunjung hilang, dia pasrah, dia serahkan semuanya pada Allah, ia ridha.. "Ya Allah,  hamba Ridha akan semua ujianmu ini"
Ternyata hanya dengan keridhaan di hati paling dalam mampu mengeluarkan dia dari masalah, mampu membuat dia kuat menjalani semua ujian dan keluar dari cobaan.
Ternyata hanya keridhaan, ridha akan ketetapan Allah, ridha akan takdir Allah..
Pertanyaannya, sudah seberapa ridha kah kita akan takdir Allah, ketika ibumu, bapakmu, kakakmu, orang-orang yang engkau cintai diambil Allah. Ketika usahamu bangkrut, ketika difitnah, rugi, dilukai, sudahkah kita ridha?
.
Apakah kau mengira akan masuk sorga sedangkan kau belum dicoba sebagaimana orang-orang terdahulu, hingga orang-orang shaleh terdahulu berucap, kapankah datangnya pertolongan Allah.
.
.
Ridhalah untuk ketetapan Allah

Nurul Fallaah, 4 Januari 2018