Senin, 01 Desember 2014

Pemimpin Yang Baik Menurut Calon Sosiolog.


Pemimpin, kalau mendengar kata ini biasanya kita ingat presiden, gubernur, walikota, dsb. Tapi kita lupa terhadap diri kita yang sejatinya adalah pemimpim juga. Pemimpin artinya orang yang diberikan kekuasaan untuk mengatur sumber daya yang ada demi tercapainya tujuan bersama. Kalau di suku Minangkabau pemimpin ini diartikan sebagai orang yang “didahulukan salangkah, ditinggikan sarantiang”. Lalu bagaimanakah pemimpin yang baik itu? disini saya akan memaparkan sependek pengtahuan saya menegenai pemimpin yang baik itu. cekidottt

Pemimpin yang baik itu tentunya harus memiliki mental yang kuat, karena mental yang kuat mampu membentengi kita dari rasa was-was, takut, dan ragu-ragu serta siap menerima setiap ancaman dan risiko yang suatu waktu datang atas tindakan dan keputusannya. Jika seorang pemimpin ragu-ragu dalam bertindak atau dalam mengambil keputusan, maka integritas oranglain atau anggota kepadanya akan berkurang. Namun menumbuhkan mental baja terebut tidaklah semudah yang dibayangkan, tidak semua pemimpin memiliki mental baja tersebut. “Lingkungan menciptakan kepribadian seseorang”. Begitulah kira-kira sosiolog menggambarkan bahwa karakter seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia tinggal. 

“Pelaut ulung tidak terlahir di laut yang tenang” pepatah itu mengartikan jika seseorang yang memiliki mental yang kuat harus terlatih di lingkungan yang benar-benar menguji dan mengasah mental individu tersebut. Tidak seperti anak mami yang lembek, yang bisanya menerima apa yang telah diatur oleh lingkungan tanpa berusaha untuk menciptakan hidup untuk hidupnya sendiri.
Pemimpin yang plin-plan bukanlah pemimpin yang pantas dijadikan panutan, karena sikap plin-plan akan melahirkan ketidakpastian dalam tataran organisasi yang ia pimpin. Selain pemimpin yang bermental dan tekad yang kuat, seorang pemimpin yang baik juga harus bisa mendekati anggotanya secara emosional, ini penting untuk organisasi non profit, karena anggotanya akan bekerja tanpa pamrih serta bekerja dengan hati. Biasanya pemimpinan yang menggunakan kedekatan emosional dengan anggotanya adalah pemimpin organisasi kemahasiswaan yang ada di perguruan tinggi ataupun organisasi kepemudaan (OKP).

Hal yang terpenting yang harus dimiliki dari seorang pemimpin adalah seorang pemimpin harus memiliki keyakinan atau agama yang benar, karena jika memilih pemimpin tanpa melihat agamanya, maka Allah tidak memberikan pertolongan bagi orang-orang yang zalim (kafir). Semoga bangsa ini diberikan Tuhan pemimpin yang baik secara intelektual, emosioal, dan spritual. Aamiin.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar