Jumat, 29 Agustus 2014

Para Perintis Sosiologi Bagian 2: Karl Marx



Sumber Foto:  Google

Karl Marx lahir di Trier, Jerman pada tahun 1818 dari kalangan rohaniawan Yahudi. Pada tahun 1841 ia mengakhiri studinya di Universitas Berlin denga menyelesaikan disertasi yang berjudul “On the Differences between the Natural Philosophy of Denocritus and Epicurus.
Marx lebih dikenal sebagai seorang tokoh sejarah ekonomi, ahli filsafat, dan aktivis yang mengembangakan teori mengenai sosialisme yang kemudian hari dikenal dengan nama Marxisme darpada sebagai seorang perintis sosiolgi.
Sumbangan utama Marx bagi sosiologi terletak pada teorinya mengenai kelas yang disajikannya dalam berbagai tulisan—termasuk di dalamnya “The Comunist Manifesto” yang ditulisnya bersama Friedrich Engels. Marx berpandangan bahwa sejarah masyarakat manusia merupakan sejarah perjuangan kelas. Menurut Marx perkembangan pembagian kerja pada kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda: kelas yang terdiri dari orang-orang yang menguasai alat produksi yang dinamakan kaum borjuis, yang mengekploitasi kelas yang tidak memiliki alat produksi yaitu kelas proletar.
Menurut Marx, pada suatu saat kaum proletar akan menyadari kepentingan bersama mereka sehingga bersatu dan memberontak, dan dalam konflik yang kemudian berlangsung—yang oleh Marx disebut dengan perjuangan kelas, kaum borjuis akan dikalahkan. Marx meramalkan bahwa kaum proletar kemudian akan mendirikan suatu masyarakat tanpa kelas.
Meskipun ramalan Marx tidak pernah terwujud namun pemikira Marx mengenai stratifikasi sosial dan konflik tetap berpengaruh terhadap pemikiran sejumlah besar ahli sosiologi. Sebagaimana halnya dengan tokoh sosiologi lainnya, pemikiran Marx pun diarahkan pada perubahan sosial besar yang melanda Eropa Barat sebagai dampak perkembagan pembagian kerja, khususnya yang terkait dengan kapitalisme.

Daftar Pustaka
Sunarto, Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar