Selasa, 02 September 2014

C. Wright Mills: The Sosiological Imagination




C. Wright Mills berpandangan bahwa untuk dapat memahami apa yang terjadi di dunia maupun apa yang terjadi di dalam diri sendiri manusia memerlukan apa yang dinamakan imajinasi sosiologi (sosiological imagination).
Menurut Mills sosiological imagination ini akan memungkinkan kita untuk memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya, sebagaimana terlihat dari kutipan berikut: “The sosiological imagination enables us to graps history and biography and the relations between the to within society” (Mills dalam Sunarto, 2004). Contoh yang diberikan oleh Osborne dan Van Loon, dengan mengacu pada penambang batu bara di Seberia yang bekerja dalam suhu dibawah 20 derajat Celsius di bawah nol adalah sebagai berikut:

Jika Anda tidak membayangkan bagamana rasanya hidup dengan kentang dan kubis rebus selama enam bulan, tanpa digaji dan tidak dapay menonton MTV, mungkin Anda bisa memiliki imajinasi sosiologi. (Osborne dan Van Loon dalam Sunarto, 2004)

Mills berpendapat bahwa untuk melakukan imajinasi sosiologi diperlukan pula dua peralatan pokok: apa yang dinamakan personal troubles of milieu dan public issue of social structure. Menurutnnya, troubles (kesusahan) berlangsung dalam ciri individu dan dalam jangkauan hubungan langsungnya dengan orang lain. Trouble merupakan masalah pribadi dan merupakan ancaman terhadap nilai yang didukung pribadi. Issues (isu), dipihak lain, merupakan hal yang berada diluar lingkungan setempat individu dan diluar jangkauan kehidupan pribadinya. Suatu issue merupakan suatu hal yang bersifat umum: suatu nilai yang didukung umum dirasa terancam. Contoh yang disajikan Mills mengenai personal trouble ialah suatu kota berpenduduk 100.000 jiwa yang hanya mempunyai seorang penganggur. Bagi penganggur tersebut, pengangguran merupakan personal trouble, dan untuk mengatasinya kita mempertimbangkan ciri dan keterampilan individu yang bersangkutan serta kesempatan yang terbuka baginya. Namun bilamana dalam suat kota berpenduduk 50 juta jiwa ditemui 15 juta pengangguran, maka menurut Mills, yang kita hadapi ialah suatu issue yang pemecahannya berada di luar ruang lingkup kesempatan yang tersedia bagi masing-masing individu yangbersangkutan.


Daftar Pustaka
Sunarto, Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar